Menu Click to open Menus
Home » Artikel » Isi Buku » BAG 5 : PIHAK LUAR » Menyikapi Tetangga Dalam Kehidupan Rumahtangga

Menyikapi Tetangga Dalam Kehidupan Rumahtangga

(53 Views) July 29, 2017 5:10 pm | Published by | No comment

Islam sangat memperhatikan hubungan bertetangga ini, hingga Rosulullah menghimbau kita supaya mengtahui siapa yang akan menjadi tetangga kita sebelum membangun sebuah rumah karena tetangga akan mempengaruhi kita baik langsung maupun tidak langsung.

Tetangga yang baik akan cenderung memberi pengaruh baik terhadap lingkungan kita, dan sebaliknya, tetangga yang kurang baik, tentu bisa membawa pengaruh kurang baik pula terhadap lingkungan ktita.

Pentingnya tetangga ini tidak luput pula dari sorotan Allah SWT melalui firmannya, yang artinya :

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, dan tetangga yang jauh.” (QS. An-Nisa`: 36).

Demikian halnya dalam hadits, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak aman dari kejelekannya.” (HR. Muslim no. 46)

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

“Sesungguhnya Jibril terus-menerus berpesan kepadaku tentang tetangga, hingga aku menduga bahwasanya dia akan memberikan hak waris kepada tetangga.” (HR. Al-Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2624)

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha ‘ dia berkata : Aku pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, aku punya dua tetangga, kepada siapa dari keduanya yang paling berhak untuk aku beri hadiah?” Beliau menjawab, “Kepada yang paling dekat pintu rumahnya darimu”. (HR. Al-Bukhari no. 6020).

Dari al Qur’an dan Hadits di atas jelas tersirat, bahwa kita hendaknya selalu berbuat baik terhadap tetangga, dan jangan sampai tetangga kita merasa tidak aman bertetangga dengan kita.

Hal inipun berarti, bahwa kitapun harus waspada pula karena bisa jadi ada tetangga yang akan membuat kita merasa tidak aman karenanya.

Terlepas dari hubungan baik antar Anda dengan tetangga, terlepas dari sedemikian akrabnya Anda dengan tetangga, bagaimanapun tetangga tetaplah orang lain dan bukan mahram Anda atau pasangan Anda.

Oleh karena itu, Anda tetap harus menjaga batas-batas pergaulan dengan mereka sebagaimana mestinya Anda bergaul dengan lawan jenis. Dan pastikan pula, tetangga tidak mengetahui rahasia-rahasia dalam kehidupan rumah tangga Anda, dan tidak pula ikut campur di dalamnya.

Save

No comment for Menyikapi Tetangga Dalam Kehidupan Rumahtangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *