Menu Click to open Menus
Home » Artikel » Isi Buku » BAG 5 : PIHAK LUAR » Saudara Atau Kerabat Dalam Kehidupan Rumahtangga

Saudara Atau Kerabat Dalam Kehidupan Rumahtangga

(43 Views) July 29, 2017 4:57 pm | Published by | No comment

Kehidupan rumah tangga Anda berdua tidak mungkin tertutup dari pihak luar.

Dan pihak luar ini bisa menjadi salah satu sumber yang bisa memberi pengaruh baik ataupun buruk terhadap kehidupan rumah tangga Anda, tergantung bagaimana Anda berdua menghadapi pengaruhnya tersebut.

Dan pihak luar yang saya maksudkan adalah pihak-pihak di luar Anda, pasangan, dan anak-anak Anda.

Sementara untuk orang tua ataupun mertua, walaupun mereka ada di luar kehidupan rumah tangga Anda, tidak akan saya bahas lagi karena semuanya telah cukup lengkap saya bahas pada bagian pertama.

Pihak-pihak luar yang saya maksudkan disini adalah meliputi saudara Anda atau saudara pasangan, tetangga, teman, dan orang asing.

Dimana saya akan melihatnya dalam hal kedudukannya serta pengaruh-pengaruhnya terhadap kehidupan rumah tangga Anda.

Setelah Anda mengetahui kedudukan serta pengaruh-pengaruh yang bisa ditimbulkannya, maka Anda bisa melakukan langkah-langkah tertentu guna mencegah agar hal tersebut tidak menjadi sumber masalah dalam kehidupan rumah tangga Anda ataupun memberi pengaruh buruk terhadap rumah tangga Anda.

Kedudukan Saudara atau Kerabat dalam rumah tangga Anda

Termonologi saudara atau kerabat yang saya pakai disini adalah mencakup semua orang yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan Anda atau pasangan Anda. Entah itu ipar, sepupu, ponakan, paman, bibi dan yang lainnya.

Dari sekian banyak orang yang memiliki hubungan kekerabatan tersebut, pihak yang memiliki potensi cukup besar untuk berinteraksi dalam rumah tangga Anda adalah ipar, entah adik ipar ataupun kakak ipar, serta keponakan pasangan.

Hal ini dikarenakan ipar merupakan kerabat yang paling dekat dengan pasangan Anda mengingat mereka adalah orang yang seayah dan seibu dengan pasangan Anda sehingga boleh jadi keberadaannya dalam lingkungan rumah tangga Anda juga karena dorongan mertua Anda.

Demikian pula halnya dengan ponakan yang memiliki hubungan dekat dengan pasangan Anda karena dia anak saudara kandungnya.

Walaupun seayah dan seibu dengan pasangan Anda, bagi Anda ipar maupun ponakan pasangan adalah orang lain dan bukan mahram Anda, kecuali dia sejenis dengan Anda.

Sehingga dalam menghadapinyapun tetap sama sebagaimana menghadapi orang lain. Maksud saya, karena dia adalah bukan mahram Anda, maka hendaknya Anda selalu menjaga aurat Anda didepannya dan menjaga batas-batas pergaulan dengannya layaknya Anda menjaga pergaulan dengan lawan jenis lainnya.

Selain ipar dan keponakan pasangan, masih ada satu lagi pihak luar yang mungkin banyak berinteraksi dalam kehidupan rumah tangga anda, yakni suami atau istri ipar.

Jika mereka adalah lawan jenis, maka mereka berarti bukan mahram Anda. Dengan demikian, dalam hal pergaulan, inipun tentu memliki kedudukan yang sama seperti halnya ipar ataupun keponakan pasangan, yakni sama-sama harus membatasi pergaulan layaknya Anda dengan lawan jenis lainnya.

Ini sengaja saya sampaikan mengingat masih banyak pasangan suami istri yang menghadapi ipar, ponakan dari pasangan, ataupun suami/istri ipar yang lawan jenis, seolah-olah adalah mahramnya sendiri tanpa memperdulikan batas-batas pergaulan sebagaimana telah diatur dalam agama Islam. Tentu saja ini menyalahi aturan dan tidak semestinya terjadi.

Apakah Anda memiliki kewajiban-kewajiban tertentu kepada mereka ? Tentu saja tidak.

Tidak ada kewajiban khusus terhadap mereka diluar kewajiban pada umumnya antar sesama manusia.

Namun jika Anda akan berbuat baik ataupun menolong, alangkah baiknya sebelum Anda melakukannya pada orang lain, anda lihat dulu orang-orang yang memiliki hubungan keluarga dekat tersebut dengan Anda atau pasangan. Jika mereka masih memerlukan bantuan, sebaiknya bantulah dulu mereka.

Intinya, semua kerabat pasangan Anda yang lawan jenis dan telah dewasa, adalah bukan mahram Anda sehingga dalam pergaulan, Anda harus tetap menjaga aurat Anda, dan selalu memperhatikan batas-batas pergaulan sebagaimana layaknya pergaulan antar lawan jenis.

Dan mereka juga tergolong sebagai ’orang lain’ yang sama sekali tidak perlu tahu mengenai rahasia-rahasia kehidupan rumah tangga Anda, dan tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga Anda.

Save

No comment for Saudara Atau Kerabat Dalam Kehidupan Rumahtangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *