Menu Click to open Menus
Home » Artikel » Isi Buku » Bag 4 : ANAK » Tentang Anak & Eksisten Anak Dalam Islam

Tentang Anak & Eksisten Anak Dalam Islam

(44 Views) July 29, 2017 4:51 pm | Published by | No comment

Ketika Anda memasuki kehidupan rumah tangga, maka sebagian dari Anda akan mendapatkan anggota baru dalam kehidupan Anda yang kita sebut dengan anak.

Saya mengatakan sebagian dari Anda, karena tidak semua pasangan suami istri diberi karunia berupa anak.

Jika kehidupan rumah tangga Anda telah dihiasi kehadiran anak, berarti ada tambahan kewajiban bagi Anda berdua, karena status Anda bukan hanya sekedar pasangan suami istri, melainkan telah menjadi orang tua.

Oleh karena itu, penting bagi Anda, yang telah berstatus sebagai orang tua untuk mengetahui berbagai hal yang terkait dengan anak Anda. Baik dalam hal memahaminya, memperlakukannya, mendidiknya, memenuhi kebutuhannya, serta hal-hal lainnya.

Tanpa memiliki pengetahuan tersebut, akan sulit bagi orang tua untuk dapat menunaikan tugas dan tanggung jawab yang dipikul atas anaknya dengan baik. Bahkan sebaliknya, kehadiran anak malah akan menimbulkan berbagai masalah.

Dan Andapun tentu menyadari, bahwa tidak ada lembaga formal yang secara khusus mendidik Anda untuk menjadi orang tua, bukan?

Oleh karena itu, semestinyalah Anda selalu berusaha mencari berbagai referensi mengenai bagaimana menjadi orang tua dalam menghadapi putra-putri Anda sesuai dengan masa perkembangnnya.

Dan ini akan menjadi sebuah proses sepanjang hidup Anda, karena status Anda sebagai orang tua akan dimulai dari saat anak Anda lahir hingga mereka dewasa bahkan juga menjadi orang tua seperti Anda.

Oleh karena itu, agar kehadiran anak Anda tidak menjadi atau menimbulkan masalah dalam kehidupan rumah tangga Anda, berikut disampaikan uraian mengenai berbagai hal yang perlu diketahui dan dipahami tentang anak.

Eksistensi Anak

Anak merupakan sebuah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada orang tua.

Oleh karena itu, mengetahui dan memahami eksistensi anak merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh para orang tua sehingga tidak memiliki persepsi yang salah dalam memandang kehadiran seorang anak.

Berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT telah menjelaskan di dalam al Qur’an melalui beberapa ayat-Nya mengenai eksistensi seorang anak, diantaranya :

  • Anak merupakan bagian dari perhiasan atau kesenangan di dunia.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” ( QS.18 Al Kahfi : 46 )

  • Anak bisa menjadi musuh apabila keberadaannya menyebabkan orang tua tidak lagi mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 14 )

  • Anak bisa menjadi fitnah.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah-lah pahala yang besar.” ( QS.64 Ath-Taghobun : 15 )

  • Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”. ( QS.8 Al Anfal : 27).

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. ( QS.8 Al Anfal, 28).

  • Anak dalah penentram dan penyejuk hati.

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.25 Al Furqon, 74)

  • Anak lelaki ataupun perempuan, semua adalah kehendak Allah.

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Asy Syura: 49-50).

Ayat-ayat al Qur’an lainnya yang mencerminkan eksistensi seorang anak, bisa anda baca berikut ini :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (Q.S Ali ‘Imran, 3:14)

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (Q.S Al Anfal, 8:28)

“Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir”. (Q.S At Taubah, 9:85)

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (Q.S Al Kahfi, 18:46)

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”. (Q.S Al Munaafiquun, 63:9)

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (Q.S At Taghaabuun, 64:15)

Mendo’akan anak dengan keberkahan

“… Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (Q.S Al Furqaan, 25:74)

“…berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S Al Ahqaaf, 46:15)

Dengan berkaca pada ayat-ayat di atas, maka jelas sebuah kesalahan besar apabila kemudian ada orang tua yang berfikir bahwa kehadiran anak semata-mata hanyalah akibat logis dari hubungan biologis kedua orang tuanya, sehingga lebih jauh lagi mereka juga berpikir bahwa mereka bisa melakukan apapun terhadap anaknya. Tentu tidak demikian.

Orang tua hanya memiliki hak untuk mendapatkan kebaikan dari anak-anaknya, dan sama sekali tidak berhak untuk memperlakukan anak-anaknya dengan sewenang-wenang atau semaunya.

Demikian halnya dengan jenis kelamin anak. Pasangan suami istri sama sekali tidak berhak untuk memilih anak yang akan diperolehnya itu adalah laki-laki atau perempuan. Sehingga eksistensi sang anak, baik itu laki-laki maupun perempuan hendaknya tetap dipandang sama karena itu adalah kehendak Allah SWT.

Melalui pemahaman yang benar dari orang tua terhadap eksistensi anaknya, maka orang tua diharapkan mampu menentukan sikap dan perilaku seperti apa yang mesti diambil dalam menghadapi anak-anaknya tersebut, sehingga eksistensi sang anak bisa sesuai dengan apa yang dipesankan di dalam al Qur’an.

Save

Save

No comment for Tentang Anak & Eksisten Anak Dalam Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *