Menu Click to open Menus
Home » Inspirasi & Motivasi » Kisah Inspiratif Tentang Seorang Ibu dan Anaknya yang Durhaka

Kisah Inspiratif Tentang Seorang Ibu dan Anaknya yang Durhaka

(13 Views) October 24, 2018 6:29 am | Published by | No comment

Kisah Inspiratif Tentang Seorang Ibu dan Anaknya yang Durhaka ini hanyalah sebuah cerita hasil karangan semata. Namun demikian tidak ada salahnya untuk kita baca (jika kebetulan belum membacanya) untuk kemudian kita renungkan sejenak dan kita ambil pelajaran darinya sebagai bahan introspeksi diri kita sebelum sebuah kata penyesalan keluar dari mulut kita. Semoga bermanfaat.
***
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku benci padanya. Bagiku, dia sangat memalukan. Dia memasak untuk murid dan guru untuk menopang kehidupan keluarga.

Pada suatu hari ketika aku masih sekolah dasar, ibu mendatangiku dan manyapaku.. Aku sangat malu.

Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku? Aku mengabaikannya, membuang muka dan berlari keluar. Keesokan harinya di sekolah, salah seorang teman sekelasku berkata, “Eee, ibumu hanya punya satu mata !”

Aku ingin mengubur diriku sendiri. Aku juga ingin ibuku hilang begitu saja. Pada hari itu aku melabrak ibuku dan berkata, “Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja ?”

Ibuku tidak menanggapi … aku bahkan tidak berhenti untuk berpikir sejenak tentang apa yang aku katakan, karena aku penuh amarah. Aku menyadari apa yang dirasaknnya.

Aku ingin keluar dari rumah itu, dan tidak ada lagi hubungannya dengan dia. Jadi aku belajar sangat keras untuk mendapat kesempatan pergi ke luar negeri untuk belajar.

Kemudian, aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Aku punya anak sendiri. Aku senang dengan hidupku, anak-anakku, dan semua kenyamanan yang aku raih.

Kemudian pada suatu hari, Ibuku datang mengunjungiku. Sudah bertahun-tahun dia tidak bertemu denganku terlebih dengan cucu-cucunya.

Ketika ia berdiri di pintu, anak-anakku tertawa padanya, dan aku berteriak padanya untuk tidak datang tanpa diundang. Aku memakinya, “Betapa beraninya kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! Keluar dari sini sekarang juga! “

Menyikapi itu, ibuku dengan tenang menjawab, “Oh, maafkan saya, saya sangat menyesal. Mungkin saya telah salah alamat,” dan iapun menghilang dari pandangan.

Suatu hari, sebuah undangan untuk menghadiri reuni sekolah datang ke rumahku. Aku berbohong pada istriku bahwa aku akan melakukan perjalanan bisnis. Dan setelah selesai reuni, aku pergi ke gubuk tua rumah ibuku sekedar ingin tahu.

Tetanggaku mengatakan bahwa dia telah meninggal, dan aku tidak menitikkan air mata setetes pun. Mereka menyerahkan sepucuk surat, dan mengatakan bahwa ia ingin agar aku membacanya.

Anakku tersayang,
Aku memikirkanmu sepanjang waktu. Aku menyesal, karena aku pernah datang ke rumahmu dan menakut-nakuti anak-anakmu.
Aku begitu senang ketika aku mendengar engkau datang untuk reuni. Tapi aku tidak mungkin bisa, bahkan bangun dari tempat tidur untuk melihatmu.
Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terus-menerus merasa malu ketika engkau sedang tumbuh dewasa.
Engkau tahu…. ketika engkau masih sangat kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihat engkau akan tumbuh dengan satu mata. Jadi aku memberikan miliku kepadamu.
Aku sangat bangga anakku, telah dapat melihat sebuah dunia baru bagiku, di tempatku, dengan mata tersebut.
Dengan segala cintaku untukmu,
Ibumu.

*****

Demikianlah kisah inspiratif tentang seorang ibu dan anaknya yang durhaka ini. Semoga kita semua tidak menjadi anak yang durhaka seperti itu.

No comment for Kisah Inspiratif Tentang Seorang Ibu dan Anaknya yang Durhaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *