Menu Click to open Menus
Home » Anak » Pola Asuh Demokratis Sebagai Pola Asuh yang Cocok untuk Diterapkan Orangtua

Pola Asuh Demokratis Sebagai Pola Asuh yang Cocok untuk Diterapkan Orangtua

(35 Views) June 22, 2019 4:03 am | Published by | No comment

Pola Asuh Demokratis Sebagai Pola Asuh yang Cocok untuk Diterapkan Orangtua – Sebagaimana dibahas pada artikel yang berjudul : “Pola Asuh Orang Tua Menurut Pendapat Beberapa Ahli”, bahwa salah satu bentuk pola asuh adalah pola demokratis.

Pola asuh demokratis adalah cara mendidik anak, di mana orang tua menentukan peraturan-peraturan tetapi dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan anak .

Pola asuh demokratis adalah suatu bentuk pola asuh yang memperhatikan dan menghargai kebebasan anak, namun kebebasan itu tidak mutlak dan dengan bimbingan yang penuh pengertian antara orang tua dan anak.

Dengan kata lain, pola asuh demokratis ini memberikan kebebasan kepada anak untuk mengemukakan pendapat, melakukan apa yang diinginkannya dengan tidak melewati batas-batas atau aturan-aturan yang telah ditetapkan orang tua.

Orang tua juga selalu memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh pengertian terhadap anak mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Hal tersebut dilakukan orang tua dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang berbunyi : Sesungguhnya Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala urusan .

Pola asuh demokrasi ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dan anak. Mereka membuat aturan-aturan yang disetujui bersama. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat, perasaan dan keinginanya.

Jadi dalam pola asuh ini terdapat komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
Pola asuh demokratis dapat dikatakan sebagai kombinasi dari dua pola asuh ekstrim yang bertentangan, yaitu pola asuh otoriter dan laissez faire.

Pola asuhan demokratik ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya. Mereka membuat aturan-aturan yang disetujui bersama. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat, perasaan dan keinginanya dan belajar untuk dapat menanggapi pendapat orang lain. Orang tua bersikap sebagai pemberi pendapat dan pertimbangan terhadap aktivitas anak.

Dengan pola asuhan ini, anak akan mampu mengembangkan kontrol terhadap prilakunya sendiri dengan hal-hal yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini mendorong anak untuk mampu berdiri sendiri, bertanggung jawab dan yakin terhadap diri sendiri. Daya kreativitasnya berkembang baik karena orang tua selalu merangsang anaknya untuk mampu berinisiatif.

Rumah tangga yang hangat dan demokratis, juga berarti bahwa orang tua merencanakan kegiatan keluarga untuk mempertimbangkan kebutuhan anak agar tumbuh dan berkembang sebagai individu dan bahwa orang tua memberinya kesempatan berbicara atas suatu keputusan semampu yang diatasi oleh anak. Sasaran orang tua ialah mengembangkan individu yang berpikir, yang dapat menilai situasi dan bertindak dengan tepat, bukan seekor hewan terlatih yang patuh tanpa pertanyaan.

Pendapat Fromm, seperti yang dikutip oleh Abu Ahmadi bahwa anak yang dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana demokratik, perkembangannya lebih luwes dan dapat menerima kekuasaan secara rasional. Sebaliknya anak yang dibesarkan dalam suasana otoriter, memandang kekuasan sebagai sesuatu yang harus ditakuti dan bersifat magi (rahasia). Ini mungkin menimbulkan sikap tunduk secara membuta kepada kekuasaan, atau justru sikap menentang kekuasaan.

Adapun ciri-ciri pola asuh demokratis adalah sebagai berikut :

  • Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan- alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh anak
  • Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar di tinggalkan
  • Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian
  • Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga
  • Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga.

Dari berbagai macam pola asuh yang banyak dikenal, pola asuh demokratis mempunyai dampak positif yang lebih besar dibandingkan dengan pola asuh otoriter maupun laissez faire.

Dengan pola asuh demokratis anak akan menjadi orang yang mau menerima kritik dari orang lain, mampu menghargai orang lain, mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan sosialnya. Tidak ada orang tua yang menerapkan salah satu macam pola asuh dengan murni, dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua menerapkan berbagai macam pola asuh dengan memiliki kecenderungan kepada salah satu macam pola.

[Manfaat Milagros Bagi Anak-anak dan Balita]

Demikian pembahasan tentang pola asuh demokratis sebagai pola asuh yang cocok untuk diterapkan orangtua. Semoga bisa menjadi referensi bagi para orangtua dalam memilih model pola asuh terhadap anak-anaknya.

Bagikan

No comment for Pola Asuh Demokratis Sebagai Pola Asuh yang Cocok untuk Diterapkan Orangtua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *