Menu Click to open Menus
Home » Lain-lain » Pola Asuh Otoriter dan Pengaruhnya Pada Anak

Pola Asuh Otoriter dan Pengaruhnya Pada Anak

(45 Views) June 22, 2019 3:59 am | Published by | No comment

Pola Asuh Otoriter dan Pengaruhnya Pada Anak – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, otoriter berarti berkuasa sendiri dan sewenang-wenang.

Pola asuh otoriter adalah suatu bentuk pola asuh yang menuntut anak agar patuh dan tunduk terhadap semua perintah dan aturan yang dibuat oleh orang tua tanpa ada kebebasan untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya sendiri.

Jadi pola asuh otoriter adalah cara mengasuh anak yang dilakukan orang tua dengan menentukan sendiri aturan-aturan dan batasan-batasan yang mutlak harus ditaati oleh anak tanpa kompromi dan memperhitungkan keadaan anak.

Dalam pola asuh ini, orang tualah yang berkuasa menentukan segala sesuatu untuk anak dan anak hanyalah sebagai objek pelaksana saja. Jika anak-anaknya menentang atau membantah, maka ia tak segan-segan memberikan hukuman.

Jadi, dalam hal ini kebebasan anak sangatlah dibatasi. Apa saja yang dilakukan anak harus sesuai dengan keinginan orang tua.

Pada pola asuhan ini akan terjadi komunikasi satu arah. Orang tualah yang memberikan tugas dan menentukan berbagai aturan tanpa memperhitungkan keadaan dan keinginan anak.

Perintah yang diberikan berorientasi pada sikap keras orang tua. Karena menurutnya tanpa sikap keras tersebut anak tidak akan melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Jadi anak melakukan perintah orang tua adalah karena pengaruh rasa takut pada orangtua, bukan karena suatu kesadaran bahwa apa yang dikerjakannya itu akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

Penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua terhadap anak, juga berpengaruh pada proses pendidikan anak terutama dalam pembentukan kepribadiannya. Karena disiplin yang dinilai efektif oleh orang tua (sepihak), belum tentu serasi dengan perkembangan anak.

Prof. Dr. Utami Munandar mengemukakan bahwa, sikap orang tua yang otoriter paling tidak akan berpengaruh pada perkembangan kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak menjadi patuh, sopan, rajin mengerjakan pekerjaan sekolah, tetapi kurang bebas dan kurang percaya diri. Disini perkembangan anak itu semata-mata ditentukan oleh orang tuanya.

Pola asuh otoriter juga akan berpengaruh pada sifat pribadi anak yang biasanya suka menyendiri, mengalami kemunduran kematangannya, ragu-ragu di dalam semua tindakan, serta lambat berinisiatif.

Pengaruh lain pada anak yang dibesarkan di rumah yang bernuansa otoriter adalah anak akan mengalami perkembangan yang tidak diharapkan orang tua. Anak akan menjadi kurang kreatif akibat orang tua selalu melarang segala tindakan anak yang sedikit menyimpang dari yang seharusnya dilakukan.

Larangan dan hukuman orang tua ini akan berpengaruh terhadap daya kreativitas anak yang sedang berkembang, anak tidak akan berani mencoba, dan ia tidak akan mengembangkan kemampuan untuk melakukan sesuatu karena tidak dapat kesempatan untuk mencoba.

Pengaruh lainnya, anak juga akan takut untuk mengemukakan pendapatnya, ia merasa tidak dapat mengimbangi teman-¬temannya dalam segala hal, sehingga anak menjadi pasif dalam pergaulan.

Pengaruh dalam jangka lama adalah menjadikan anak akan mempunyai perasaan rendah diri dan kehilangan kepercayaan kepada diri sendiri.

Karena kepercayaan terhadap diri sendiri tidak ada, maka pengaruh berikutnya akan terbawa hingga dewsa, dimana anak masih akan terus mencari bantuan, perlindungan dan pengamanan. Ini berarti anak tidak berani memikul tanggung jawab.

Adapun ciri-ciri dari pola asuh otoriter diantaranya :

• Anak harus mematuhi peraturan-peraturan orang tua dan tidak boleh membantah.
• Orang tua cenderung mencari kesalahan-kesalahan anak dan kemudian menghukumnya.
• Orang tua cenderung memberikan perintah dan larangan kepada anak.
• Jika terdapat perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, maka anak dianggap pembangkang.
• Orang tua cenderung memaksakan disiplin.
• Orang tua cenderung memaksakan segala sesuatu untuk anak dan anak hanya sebagai pelaksana.
• Tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak.

Pola asuh otoriter hanyalah salah satu diantara beberapa macam pola asuh yang dikelompokkan oleh para ahli. Selengkapnya mengenai berbagai macam pola asuh ini bisa simak pada artikel yang berjudul : “Pola Asuh Orang Tua Menurut Pendapat Beberapa Ahli”.

[Manfaat Milagros Bagi Anak-anak dan Balita]

Demikian ulasan tentang pola asuh otoriter dan pengaruhnya pada anak. Semoga bisa menjdi bahan koreksi bagi para orangtua yang menerapkan pola asuh seperti ini.

Bagikan

No comment for Pola Asuh Otoriter dan Pengaruhnya Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *